Jumat, 25 Februari 2011

GAYA PACARAN ANAK SEKARANG .... TAK PATUT DI CONTOH ...



Sekilas info buat teman teman
Gaya Pacaran Anak Sekarang
Seperti apa kiranya gaya pacaran anak jaman
sekarang ? Mungkin Anda berpendapat bahwa anak
sekarang itu pergaulannya juah lebih luas dibandingkan
anak dahulu (orang tua kita misalnya). Penulis sendiri
telah melakukan survey sebelum tulisan ini dimuat. Penulis mengambil sekitar 20 responden untuk
mengetahui bagaimana gaya pacaran anak zaman
sekarang. 9 (sembilan) diantaranya menjawab bahwa
pacaran anak zaman sekarang itu cenderung menuju ke
arah intim (sex), namun 11 (sebelas) diantaranya
menjawab bahwa pacaran sekarang masih normal dan masih dalam batas kewajaran saja. Penulis mengaku
bingung dengan hasil ini, sepertinya hasil ini terbalik
atau bahkan tertukar. Tetapi ternyata setelah
dicocokkan dengan data yang sudah valid, memang
benar adanya. Bagaimana penadapat Anda menganai hal
ini? Akankah moral para pelajar harapan bangsa ini akan terus merosot dan menurun setiap harinya?
Jika kita flashback ke arah taun 80 an (masa dimana
orang tua kita rata-rata berada di era remaja pada saat
itu), anak taun 80 an itu sama sekali tidak mengarah ke
orientasi untuk berhubungan intim dengan
pasangannya, namun mereka cenderung menganggap kekasih mereka itu sebagai partner ataupun kerabat.
Segala macam hal yang mengarah ke arah ke intiman itu
sangatlah tabu bagi mereka. Era 80 an itu adalah masa-
masa di mana banyak pasangan yang menggunakan
kendaraan sepeda sebagai alat untuk transportasinya.
Ada sebagian pula yang menggunakan sepeda motor. Perlu diketahui, bahwa sesorang yang mempunyai
sepeda motor saat itu adalah orang yang dianggap
paling mampu dibanding yang lainnya. Mereka yang
menggunakan sepeda motor sebagai alat
transportasinya dinilai sebagai kalangan menak (Bahasa
Belanda yang artinya golongan orang kaya dan berada). Bila dibandingkan dengan kamu 80 an tadi, sudah jela , bahwa gaya pacaran anak sekarang sangatlah jauh
berbeda dan berbanding terbalik dengan gaya pacaran
anak taun 80 an itu. Anak sekarang apabila berpacaran
selalu merasa bahwa pasangannya adalah soulmate dia.
Padahal belum tentu hal itu terjadi. Bisa saja suatu saat mereka putus, lalu kemudian salah satu dari mereka ada yang bunuh diri. Biasanya, jika salah sorang bunuh diri,
maka pasangannya akan merasa sangat bersalah dan
sangat menyesalinya. Maka, jalan satu-satunya adalah
dengan ikut juga mengakhiri hidupnya. Hal itu tentu
sangat dilaranag oleh agama. Agama mana pun tidak ada yang mengajarkan bahwa tindakan mengakhiri nyawa
(ex: bunuh diri) itu adalah tindakan yang benar. Oleh
karena itu, sudah sepatutnya anak zaman sekarang lebih
banyak mendapat siraman rohani dinbanding dengan
siraman jasmani.
Kembali ke jaman 80 tadi, orang yang menggunakan sepeda motor dikatakan menak. Tapi sekarang? Motor
adalah kendaraan yang sudah bisa dijangkau oleh
kalangan manapun. Kendaraan tersebut sudah tidak
asing lagi jaman sekarang ini. Penulis pernah mendengar
celetukan dari salah seorang teman, dia berkata seperti
ini “ Kalo mau dapet cewe cantik tu rumusnya kaya gini : GANTENG,PUTIH,TAJIR,BER MOBIL,BER MOTOR
(Minimal Ninja RR) “ Penulis sempat tertawa terbahak- bahak mendengar celetukan itu. Lalu kemudian penulis
berpikir “ Kalo cewe yang mentingin kaya gitu mah mati aja lo. Cuma menuh-menuhin bumi ! “ Tuhan itu menciptakan mahluknya dengan berbagai variasi bentuk
dengan keunikan masing-masing. Kalau mau yang
seperti apa yang ada di kriteria, memang ada. Tetapi
tidak semua manusia seperti demikian. Kalau semua
manusia diciptakan seragam, tidak akan ada keaneka
ragaman di bumi pertiwi ini. Itulah kenapa Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai keunikan dan
variasi yang tentunya bermacam-macam.
Oke, itu tadi sedikit intermezo. Sekarang mari meneliti
fakta yang terjadi di masyarakat. Kebanyakan anak
muda sekarang, khususnya anak SMA dan anak kuliahan
melakukan gaya pacaran dengan cara masing-masing. Penulis kembali meneliti tentang kejadian ini. Penulis
meneliti 10 responden. 7 (tujuh) diantaranya melakukan
hubungan intim setelah 2minggu masa pacaran. Sedang
3 (tiga) lainnya menjawab tetap menjaga kesucian
sampai malam pertama nanti. Hasil tersebut memang
tidak aneh, mengingat gaya pergaulan anak jaman sekarang memang banyak yang menjurus ke arah
demikian. Jika hal ini tidak ingin terus berlangsung, maka
pihak orang tua harus banyak menanamkan pendidikan
agamis lebih kepada anak-anaknya. Jika hal itu bisa
dilakukan, bukan tidak mungkin tindakan seperti
demikian lambat laun akan menghilang dan moral anak bangsa perlahan-lahan akan naik kembali. Semoga saja Hal itu bisa Terwujud . Amin ....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar